MANONJAYA-CINEAM

Gerimis yang kian menipis itu

Tetap saja enggan untuk reda

Ketika senyap menuruni bukit malam

Mencoba menghampiri tebing basah tanah merah

Kujelajahi ribuan pohon salak sedang tapakur

Mengukur jejak usianya sepanjang perjalanan

Melintasi batas-batas takdir rel kegalauanku

Sederet ayat kenangan kembali menggoreskan jingga

Di antara nyanyian kecil binatang malam

Sepertinya tak pernah letih terus saja menggedor jantungku

Saat lampu-lampu telah dibalut dengan seulas kabut

Aku terus saja melangkah menembus rumah sunyi

Menyebut-Mu dalam cahaya gelisah bola matanya

Tinggalkan Balasan