Sebaiknya bakar saja
Tungku kata-kataku ini
Karena hujan terlanjur jatuh
Sebelum malam menjauh
Dan biarkan sisa potongan gerimis
Menyetubuhi ranting-ranting pohon jiwaku
Yang kini remuk berantakan disapu angin
Kita hanyalah sebuah nama
Hanyalah sebuah nama
Sebuah nama yang terlahir
Dari rahim kesunyian bumi
Terukir di tiang-tiang kekuasaan yang angkuh
Yang telah digariskan waktu
1998.
DIarsipkan di bawah: Puisi
Di tubuhku mengalir sungai keangkuhan
Di mataku memancar keegoisan
Di hatiku berlubang nafsu angkara
Sebelum hujan turun semua itu akan kubersihkan
Agar air hujan tidak berlinang di lubang keserakahan
Salam dari Kuningan
Berkarya terus Pak…