Posted on Februari 12, 2008 by dudungpurnama
Setelah lelah melayari malam
Biduk-biduk berlabuh ke tepian hari
Di birunya samudera
Kilauan cahaya perak memantul di matamu
Membangkitkan gairah ombak yang terus bergerak
Menciumi mulutmu yang menganga di tebing karang
Gelisahku tiada henti diterpa angin laut
Di akar-akar ketapang duduk mematung
Mengamati pepohonan jaksi, pandan dan beringin
Mengunyah waktu di penghujung tahun
Di riuhnya orang-orang berpesta
Biduk-biduk melaju ke tengah lautan
1998.
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on Februari 12, 2008 by dudungpurnama
Begitu hijau bukit jiwaku
Di antara gunung-gunung kehidupan yang tinggi
Tapi tak ada yang mampu melebihi kesejukan Yang Kuasa
Nuraniku masih dalam batas-batas pagar bambu
Dalam suatu saat akan digerogoti oleh rayap-rayap usia
Tapi aku pun menyadari
Dunia berputar tak pernah berhenti
Mengurai benang-benang waktu
Yang harus kurajut dengan kesetiaan
Dengan penuh kekhusukan
Waktu pun terus berlalu
Tapak-tapak kakiku seakan tertinggal jauh
Perjalanan terus kupahami
Seiring denyut nadi [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on Februari 12, 2008 by dudungpurnama
Angin meluruhkan duka
Sepanjang jalan
Tatapanku gelisah
Perjalanan masih jauh
Rumput mengering, tanah tandus
Mengerang dalam retakan sunyi
Dinding-dinding penuh lukisan
Membisu dalam hatiku
Kupapah luka-lukamu
Pelita wajahmu meleleh dalam kepedihan
Dingin, berdebar jiwa ini
Kugenggam kehampaan lentik jemarimu
Terlepas di antara senja yang memerah
Tak ada kata yang terlahir dari rahim bibirmu
Rambutmu telah mengurai hati ini
Bayang-bayangmu ditelan malam
1997.
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »
Posted on Februari 12, 2008 by dudungpurnama
Jangan cemaskan senja yang pulang
Atau daun-daun hati kering berguguran
Dari pohon-pohon kehidupan
Namun malam telah menjadi rahasia
Dan kesunyian menyetubuhi kesenjangan
Yang kian subur di jiwa bumiku
Kutelanjangi kegelisahan ini
Dalam detak jantung yang terus dilumuri
Keringat dingin
Malam semakin menjauh
Perjalanan telah kupahami
Dalam kata-kata antara hitam dan putih
Semua adalah saksi debu-debu jalan
Yang kuraih di kaki hari-hari
Kelelahan meratapi kepenatan dalam tanya
Perjalanan masih membentang
Kurebahkan malam [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »