Angin meluruhkan duka
Sepanjang jalan
Tatapanku gelisah
Perjalanan masih jauh
Rumput mengering, tanah tandus
Mengerang dalam retakan sunyi
Dinding-dinding penuh lukisan
Membisu dalam hatiku
Kupapah luka-lukamu
Pelita wajahmu meleleh dalam kepedihan
Dingin, berdebar jiwa ini
Kugenggam kehampaan lentik jemarimu
Terlepas di antara senja yang memerah
Tak ada kata yang terlahir dari rahim bibirmu
Rambutmu telah mengurai hati ini
Bayang-bayangmu ditelan malam
1997.
DIarsipkan di bawah: Puisi